Properti atau real estat merupakan salah satu jenis
investasi yang menjadi pilihan banyak orang. Namun, untuk memahami dunia
properti, ada beberapa istilah yang perlu dipahami.
Berikut adalah beberapa
istilah penting dalam industri properti:
- Mortgage:
Mortgage atau kredit hipotek adalah jenis kredit yang digunakan untuk
membeli properti. Peminjam harus membayar cicilan bulanan yang mencakup
bunga dan pokok pinjaman hingga seluruh pinjaman dilunasi.
- Equity:
Equity adalah selisih antara nilai properti dan hutang hipotek yang belum
dilunasi. Semakin banyak equity, semakin tinggi nilai kekayaan pemilik
properti.
- Appreciation:
Appreciation atau kenaikan nilai properti adalah peningkatan nilai
properti seiring berjalannya waktu. Faktor-faktor seperti lokasi,
permintaan pasar, dan kondisi properti dapat mempengaruhi kenaikan nilai
properti.
- Depreciation:
Depreciation atau penurunan nilai properti adalah penurunan nilai properti
seiring berjalannya waktu. Faktor-faktor seperti usia bangunan, keausan,
dan perubahan lingkungan dapat mempengaruhi penurunan nilai properti.
- Cash
flow: Cash flow atau arus kas adalah selisih antara pendapatan dan
pengeluaran dari properti yang disewakan. Cash flow positif menunjukkan
bahwa pendapatan dari properti melebihi pengeluaran, sementara cash flow
negatif menunjukkan sebaliknya.
- Leasehold:
Leasehold adalah jenis kepemilikan properti yang memberikan hak kepada
pemilik untuk menyewakan properti untuk jangka waktu tertentu. Kepemilikan
ini umumnya berlaku untuk apartemen atau hunian bertingkat.
- Freehold:
Freehold adalah jenis kepemilikan properti yang memberikan hak kepemilikan
tanah dan bangunan secara permanen tanpa batasan waktu. Kepemilikan ini
umumnya berlaku untuk rumah atau bangunan komersial.
- Closing
costs: Closing costs adalah biaya-biaya yang terkait dengan proses
penyelesaian pembelian atau penjualan properti. Biaya-biaya ini dapat
meliputi biaya notaris, biaya pengecekan dokumen hukum, dan biaya
pemindahan hak kepemilikan.
- Appraisal:
Appraisal adalah proses penilaian properti oleh penilai profesional.
Penilaian ini dapat dilakukan untuk menentukan nilai properti saat proses
penjualan atau untuk menentukan nilai properti sebagai jaminan kredit
hipotek.
- Title:
Title atau hak kepemilikan adalah dokumen yang membuktikan kepemilikan sah
atas suatu properti. Dokumen ini harus dipindahkan kepada pembeli properti
saat proses penjualan.
- Zoning:
Zoning adalah aturan-aturan yang ditetapkan oleh pemerintah setempat yang
mengatur jenis dan penggunaan lahan atau bangunan di suatu wilayah.
- Commission:
Commission atau komisi adalah biaya yang dikenakan oleh agen real estat
sebagai imbalan atas jasa mereka dalam membantu membeli atau menjual
properti.
- Down payment:
Down payment atau uang muka adalah jumlah uang yang dibayarkan oleh
pembeli sebagai bagian dari harga pembelian properti. Uang muka ini
biasanya sekitar 10-20% dari harga properti.
- Closing:
Closing atau penyelesaian adalah tahap terakhir dalam proses penjualan
properti. Pada tahap ini, semua dokumen ditandatangani, pembayaran
dilakukan, dan kepemilikan properti dialihkan kepada pembeli.
- Homeowner
association (HOA): HOA adalah organisasi yang dibentuk oleh pemilik
properti dalam suatu lingkungan untuk mengelola dan memelihara lingkungan
tersebut. HOA biasanya mengenakan biaya bulanan atau tahunan kepada
pemilik properti.
- Property
management: Property management adalah layanan yang disediakan oleh
perusahaan atau individu untuk mengelola properti milik orang lain,
termasuk pengumpulan sewa, pemeliharaan properti, dan penanganan masalah
yang muncul.
- Lease
agreement: Lease agreement atau perjanjian sewa adalah dokumen kontrak
antara pemilik properti dan penyewa yang memuat rincian tentang hak dan
kewajiban kedua belah pihak selama periode sewa.
- Rental
yield: Rental yield adalah rasio antara pendapatan tahunan dari properti
dengan harga beli properti. Rental yield ini dapat memberikan gambaran
tentang potensi pengembalian investasi dalam properti.
- Capital
gains: Capital gains atau keuntungan modal adalah selisih antara harga
jual properti dengan harga beli properti. Jika harga jual lebih tinggi
dari harga beli, maka akan terjadi capital gains.
- Escrow:
Escrow adalah akun yang digunakan untuk menyimpan dana selama proses
penjualan atau pembelian properti. Dana tersebut akan dilepaskan setelah
proses penjualan atau pembelian selesai.
- Title:
Title atau hak milik adalah bukti sah kepemilikan atas properti. Dokumen
title ini mencatat informasi tentang siapa yang memiliki properti, dan
informasi penting lainnya seperti hipotek atau liens yang melekat pada
properti.
- Mortgage:
Mortgage atau hipotek adalah pinjaman yang digunakan untuk membeli
properti. Pada umumnya, hipotek ini dilunasi dalam jangka waktu yang cukup
lama, biasanya 10 hingga 30 tahun.
- Appraisal:
Appraisal atau penilaian adalah proses penentuan nilai properti oleh pihak
yang independen. Penilaian ini dilakukan untuk menentukan harga jual yang
tepat, atau untuk menentukan nilai hipotek.
- Equity:
Equity atau ekuitas adalah selisih antara nilai properti dan jumlah hutang
yang masih harus dibayarkan. Dalam arti lain, ekuitas adalah bagian dari
properti yang dimiliki secara bebas oleh pemilik properti.
- Home
inspection: Home inspection atau inspeksi rumah adalah proses pengecekan
kondisi fisik dan struktural dari properti sebelum dibeli. Tujuan dari
home inspection ini adalah untuk memastikan bahwa properti dalam kondisi
yang baik dan sesuai dengan harapan.
- Real
estate investment trust (REIT): REIT adalah jenis investasi yang memungkinkan
investor untuk memiliki saham di properti komersial atau residensial.
Dalam REIT, pendapatan dihasilkan dari sewa properti yang dimiliki oleh
trust tersebut.
- Closing
costs: Closing costs atau biaya penyelesaian adalah biaya yang dikenakan
selama proses penjualan atau pembelian properti. Biaya ini mencakup biaya
administrasi, biaya pemeriksaan, biaya penilaian, dan biaya notaris.
- Landlord:
Landlord atau pemilik properti yang disewakan adalah orang yang memiliki
properti dan menyewakan propertinya kepada penyewa.
- Tenant:
Tenant atau penyewa adalah orang yang menyewa properti dari pemilik
properti. Tenant biasanya membayar biaya sewa properti setiap bulan atau
tahun.
- Dual
agency: Dual agency adalah situasi ketika satu agen real estat mewakili
kedua belah pihak dalam transaksi jual beli properti. Praktik ini
kontroversial karena bisa menimbulkan konflik kepentingan.
Itulah beberapa istilah penting lainnya dalam dunia properti
yang perlu dipahami. Memahami istilah-istilah tersebut dapat membantu seseorang
dalam mengambil keputusan yang tepat saat berinvestasi dalam properti.
Penulis:
Wawang Megalaksana (DBPro)
Komentar
Posting Komentar